Sejarah Singkat Desa Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat - Tempat Informasi -->

Sponsor:

Sejarah Singkat Desa Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Sejarah Singkat Desa Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat - Nama Desa Linggarjati, dahulu Gunung Ciremai disebut Gunung Gede, mungkin karena besar dan tinggi. Pada waktu para wali (Wali Sanga) hendak menyiarkan agama islam di pulau jawa, terlebih dahulu mereka memusyawarahkan ilmu yang akan mereka ajarkan itu. Agar kelak jangan terjadi faham-faham bersimpangsiur dikalangan masyarakat Islam di Pulau Jawa.

Sejarah Desa Linggarjati Kuningan


Gambar Sejarah Singkat Desa Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat


Untuk pelaksanaan musyawarah ini, mereka membutuhkan tempat yang lengang dan sepi, segala sesuatu yang mungkin terjadi dalam musyawarah, tidak diketahui oleh orang lain. Berdasarkan kehendak bersama, mereka akan mengadakan "Carem" (musyawarah) dipuncak Gunung Gede. Akhirnya mereka berangkat kesana. Rapat berjalan lancar setelah rapat selesai, sebelum pulang para Wali menamakan Gunung Careme, lama-kelamaan berubah bunyi atau intonasinya menjadi Gunung Ciremai.

Berdsarkan Pendapat Dan Arti Tentang Desa Linggarjati

Arti Desa Linggarjati memiliki beberapa arti dan konon itu terbagi menjadi beberapa pendapat yang mengandung makna tersendiri. Dan inilah pendapat dan arti tentang Desa Linggarjati di Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

A. Pendapat Sunan Kalijaga Tentang Arti Desa Linggarjati

Disebut LINGGAJATI yang berarti : LINGGA = Linggih = Duduk, JATI diambil nama depan Sunan Gunung Jati, jadi secara menyeluruh berarti : tempat duduk Sunan Gunung Jati.

B. Pendapat Sunan Bonang Tentang Arti Desa Linggarjati

Tempat ini dibeli nama Linggarjati yang berarti : Linggar =  meninggalkan, Jati = diambil dari kata berjalan sejati. Secara menyeluruh berarti : meninggalkan tempat ini dengan tidak mengendarai apa-apa.

D. Pendapat Syeh Maulana Magribi Tentang Arti Desa Linggarjati

Desa ini diberi nama Linggarjati yang berarti : Linggar = Sy'iar = runding, Jati = Ilmu sejati. secara menyeluruh berarti : tempat merndingkan ilmu sejati.

E. Pendapat Sunan Kudus Tentang Arti Desa Linggarjati

Tempat ini diberinama Lingajati, yang berarti : Linga = diambila dari bahasa daerah Sunda, adalah "Nalingakeun" yang artinya mengawasi, memperhatikan atau mendengarkan, Jati = Ilmu sejati. secara menyeluruh memperhatikan ilmu sejati.

Benda Peninggalan Sejarah Di Desa Linggarjati

A. Batu-Batuan
Ada dua batu bersejarah yang kemungkinan digunakan tempat duduk para wali pada saat beristirahat dan bermusyawarah yaitu :
  • Batu yang berada dilokasi disebelah selatan kantor Bale Desa Linggajati.
  • Batu Lingga yang berada dipertengahan jalan menuju puncak Gunung Ciremai.

B. Bale Kabuyutan
Bale Kabuyutan sebelah timur kantor Bale Desa Linggajati.

C. Balong Kagungan
Balong kagungan lokasinya obyek wisata Linggar Jati Indah

Letak Geografis Desa Linggarjati Kuningan

Desa Linggajati berada diwilayah Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Desa Linggajati terletak pada ketinggian 627 m dari permukaan laut, Desa Linggajati yang penduduknya 75% petani diapit oleh 3 Desa, yaitu : sebelah selatan berbatasan dengan Desa Linggasana, sebelah timur berbatasan dengan Desa Linggamekar, sebelah utara berbatasan dengan Desa Linggaindah, Desa Setianegara dan sebelah barat berbatasan dengan Gunung Ciremai, Desa Linggajati mudah dijangkau oleh kendaraan umum baik dari arah Cirebon maupun dari arah Kuningan.

Dari Cirebon 25 Km sedangkan dari arah Kuningan 15 Km. gedung perundingan Linggarjati berada pada ketinggian 613 m dari permukaan laut, titik koordinat 06⁰52'86,5" Lintang Selatan (LS), 108⁰28'49,1" Bujur Timur (BT), luas gedung Perundingan Linggajati 800² dan luas tanah 25.675m².

Kronologis Proses Perundingan Linggarjati

1. 10 Februari 1946
Permulaan perundingan antara PM Sutan Sjahrir dengan Dr. H J.Van Mook di kediaman utusan Archilbald Clark Kerr di Jakarta.

2. 12 Maret 1946
PM Sutan Sjahrir memberikan jawaban yang menuntut 3 hal kepada Belanda, yaitu :
a. Republik Indonesia diakui sebagai penyandang kekuasaan atas wilayah bekas Hindia Belanda.
b. Republik Indonesia diakui berkuasa De Facto di Jawa dan Sumatera.
c. Republik Indonesia kerjasama dengan Belanda harus dinyatakan dalam sebuah perjanjian tersebut harus ada pasal tentang soal Arbitrase. kemudian rencana persetujuan tersebut dibawa ke Negri Belanda

3. 14-24 April 1946
Berlangsung perundingan Republik Indonesia dengan Belanda di Hoge Veluwe di Negri Belanda : Mr, Soewandi, Dr.Soedarsono, dan Mr. Karim Pringgodigdo. tetapi perundingan ini tidak membawa hasil.

4. 26 Agustus 1946
Lord Killeam tiba di Jakarta.

5. 18 September 1946
Komisi Jendral dibawah pimpinan Prof. Ir. W. Schermerhorn dengan anggota F. De Boer dan Van Poll, masing-masing sebagai anggota tiba di Jakarta.

6. 20-30 September 1946
Perundingan gencatan senjata.

7. 14 Oktober 1946
Disahkan persetujuan gencatan senjata.

8. 11 - 13 November 1946
Perundingan Indonesia dan Belanda di Linggajati.

9. 15 November 1946
Persetujuan Linggarjati diparaf di jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta.

10. 25 Maret 1947
Persetujuan Linggarjati ditandatangani oleh Republik Indonesia dan Belanda di Istana Merdeka Jakarta (Istana Rijswijk).

11. 21 Juli 1947
Belanda melancarkan aksi militernya yang pertama terhadap Republik Indonesia

12. 17 Januari 1948
Ditandatangani persetujuan Indonesia dan Belanda di atas geladak Kapal Renville di Teluk Jakarta.

13. 19 Desember 1948
Belanda kembali melancarkan aksi militernya yang ke dua. Ibu Kota Republik Indonesia Yogyakarta diduduki Belanda, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan lain-lainya ditawan Belanda.

14. 1 Maret 1949
Serangan umum yang dipimpin oleh Letkol Soeharto berhasil menduduki kota Yogyakarta 6 jam.

15. 7 Mei 1949
Persetujuan Room-Royen di Jakarta.

16. 6 Juli 1949
Bung Karno dan Bung Hatta dan lainnya, kembali ke Yogyakarta dari pengasingannya di Bangka.

17. 17 Agustus-November 1949
Kerajaan Belanda menyerahkan kekuasaan kepada Indonesia di negri Belanda.

18. 27 Desember 1949
Republik Indonesia diwakili oleh Bung Hatta, Kerajaan Belanda menyerahkan kekuasan kepada Indonesia di Negeri Belanda, Republik Indonesia diwakli oleh Bung Hatta. Sedangkan di Jakarta, diwakili Sultan Hamengkubuwono IX RIS (Republik Indonesia Serikat). Bung Karno terpilih sebagai Presiden Pertama RIS. Bung Hatta sebagai Perdana Mentri RIS.

19. 18 Agustus 1950
RIS dinyatakan bubar, dan kembali ke Negara Kesatuan Repubik Indonesia.

Baca Juga Aspek Religi Dalam Ritual Dayak Kendayan

Penutup

Itulah sejarah singkat Desa linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat, semoga artikel ini menambah wawasan tentang sejarah Indonesia. Dengan begitu kita semestinya menghargai jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini. Semoga bermanfaat.

Baca Juga Sejarah Menyingkap Misteri Benua Atlantis

Share this post

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel