Sejarah Atalntis Versi Arysio Santos - Tempat Informasi -->

Sponsor:

Sejarah Atalntis Versi Arysio Santos

Sejarah Atalntis Versi Arysio Santos - Menurut Arysio Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, memiliki keyakinan bahwa peradaban manusia berasal dari duni meeka. Tetapi hasil penelitian Arysio Santos yang dilakukan tidak kurang dari 30 tahun menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.

Tentang Atlantis Dari Versi Arysio Santos


Gambar Sejarah Atalntis Versi Arysio Santos


Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah yang digunakan banyak yang merujuk pada hal atau kejadian yang sama. Arysio Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku atau etnis, dimana dua suku terbesar adalah suku Aryan dan suku Dravidas.

Semua suku bangsa ini sebelumnya berasal dari Afrika saat 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke eluruh Eurasia fan ke Timur sampai ke Australia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. dan ini terjadi pada zaman Pleistosen atau Zaman Es.

Benua Atlantis Pada Zaman Es

Pada zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis yang memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, menurut Arysio Santos, hanya Indonesia yang ia yakini, ketika bencana melanda Atlantis dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, Cina, Polynesia, dan Amerika.

Suku Aryan yang bermigrasi ke India mulanya pindah dan menetap di Lembah Indus, karena glasier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di Lembah Indus, maka mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara dan Asia Utara. Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali kebudayaan Atlantis yang merupakan awal mula budaya mereka.

Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatatat di India melalui tradisi-tradisi suci dideaerah seperti di Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris kebudayaan yang tenggelam itu.

Ciri-Ciri Suku Dravidas

Suku Dravidas yang memilki ciri berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia, Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut zaman Neolithic Revolution.

Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari bahasa Sansekerta dan Dravida. Karenanya Bahasa-bahasa di dunia sangat maju jika dilihat dari gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya "sidik jari" dari India pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia.

Dari Indonesia, lahir- bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya Lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Haitti, Yunani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztec, dan kebudayaan lainnya. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip, nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.

Penelitian dilakukan oleh Arysio Santos selama 30 tahun mendapatkan hasil yang mengejutkan, Arysio Santos menyebut Atlantis ada di wilayah Indonesia dan ia menuliskan penemuannya di dalam bukunya yang berjudul The Lost Continent Finnaly Found, The Definitive Localization of Plato's Lost Civilization.

Arysio santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis, Ilmuan asal Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke Samudera sehingga luasnya bertambah.

Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, dan mengakibatkan tekanan yang sangat luar biasa pada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa, gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus dan kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang sangat dahsyat, dan Arysio Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam cara mengemukakan pendapat mendasar kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, yaitu : pertama mengenai bentuk atau posisi bumi yang katanya datar. Dan kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di samudera Atlantik yang ditentang oleh Arysio Santos.

Penelitian militer Amerika Serikat diwilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan sisa-sisa peradaban benua yang hilang itu. Oleh karena itu, tidaklah semena-mena ada peribahasa yang mengatakan "Amecius Plato, Sed Magis Amica Veritas" yang artinya "saya senang kepada Plato, tetapi say lebih senang pada kebenaran".

Namun, ada beberapa keadaan sekarang ini yang antara Plato dan Arysio Santos sependapat, yaitu :
Pertama :  yaitu lokasi benua yang hilang itu adalah Atlantis dan oleh Arysio Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia.

Kedua : jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia, diantaranya adalah Gunung Kerinci, Gunung Krakatau, Gunung Malabar, Gunung Galunggung, Gunung Pangrango, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Agung, Gunung Rinjani, dan sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Baca Juga Sejarah Atlantis Dimulai Pada Zaman Es Pleistosen


Kesimpulan

Dari pendapat tentang Atlantis yang dikemukakan Arysio Santos, ada lagi yang unik dari Arysio Santos, ia mendeskripsikan tentang cara untuk menguak misteri Atlantis. Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya " Inggrid Benette".

Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatan masih membekas sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara detail peradaban tinggi Atlantis, dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah.

Share this post

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel