Sejarah Amerika Serikat Dan Latarbelakang Kemerdekaan Amerika Serikat - Tempat Informasi -->

Sponsor:

Sejarah Amerika Serikat Dan Latarbelakang Kemerdekaan Amerika Serikat

Sejarah Amerika Serikat Dan Latarbelakang Kemerdekaan Amerika Serikat - Sejak gencarnya ekspedisi dari Eropa ke Amerika, Inggris, dan Prancis bersaing memperebutkan wilayah dan pengaruh di Amerika Utara. Kedua negara tersebut sama-sama mendirikan koloni. Sampai abad ke -18, telah berdiri koloni Prancis di Kanada dan Lousiana. Kedua koloni tersebut dipisahkan oleh koloni-koloni Inggris. Silahkan Baca Amerika, Revolusi, Penemuan Benua Amerika Dan Koloni Amerika Utara

Perang Tujuh Tahun Amerika Serikat


Gambar Sejarah Amerika Serikat Dan Latarbelakang Kemerdekaan Amerika Serikat


Persaingan antara Inggris dan Prancis meningkat menjadi konflik ketika Prancis bermaksud menduduki wilayah disebelah barat koloni Inggris dalam rangka menghubungkan Kanada dan Lousiana. Kalau pendudukan itu terjadi, posisi koloni Inggris menjadi terjepit oleh koloni Prancis. akan dengan mudah koloni Inggris dikuasai oleh Prancis.

Konflik antara Inggris dan Prancis memuncak dalam Perang Tujuh Tahun (seven years war) yang  meletus antara tahun 1756 - 1763. Dalam perang itu, warga koloni sepenuhnya mendukung Inggris, baik secara ekonomi maupun militer. Dalam perang itu pula, warga koloni belajar bertempur; kemampuan yang akn berguna dikemudian hari dalam perjuangan kemerdekaan. Perang Tujuh Tahun berakhir setelah Inggris berhasil merebut Quebec.

Kebijakan Baru Pemerintah Inggris Terhadap Koloni

Setelah Perang Tujuh Tahun selesai, wilayah kekuasaan Inggris di Amerika Utara semakin luas. Untuk mempertahankan pengaruhnya, pemeritah Inggris mengeluarkan sejumlah kebijakan baru. Dengan kebijakan baru itu, pemerintah bermaksud mengikutsertakan koloni dalam menanggung beban keuangan seluruh kerjaan. kebijakan baru itu mengandung reaksi proses dari koloni.

4 Kebijakan Baru Yang Dikeluarkan Pemerintah Antara Lain :

  1. Sugar Act atau Undang-Undang Gula (1764), aturan pajak yang dikenakan pada berbagai jenis gula yang masuk ke koloni.
  2. Stamp Act atau Undang-Undang Materai (1765), aturan bea materai yang dikanakan pada dokumen resmi, dan barang-barang cetakan lainnya yang beredar di koloni,
  3. Townshend Act atau Undang-Undang Townshed, aturan pajak yang dikenakan pada timah, cat, kertas, gelas, dan teh impor.
  4. Tea Act atau Undang-Undang Teh (1773), aturan yang memberi proteksi pada EIC dalam perdagangan teh di koloni sehingga mematikan usaha pedagang setempat.

No Taxation Without Representation

Kebijakan baru pemerintahan Inggris itu mendapat penolakan keras dari koloni. Penolakan mereka berdasarkan alasan tidak adanya perwakilan koloni. Dalam parlemen Inggris, bagi warga koloni, pihak yang berhak menarik pajak bukanlah pihak kerajaan, melainkan rakyt koloni itu sendiri yang mewakili perwakilan koloni pentingnya dewan perwakilan bagi koloni tampak dari selogan "no taxation without representation" yang artinya "tolak pajak tanpa perwakilan).

Penolakan keras dari koloni berkembang menjadi sikap radikal menentang Kerajaan Inggris. sikap radikal itu antara lain berupa :
  • Propaganda dan pemogokan yang dipelopori oleh kelompok Sons of Liberty, dibawah pimpinan Samuel Adams.
  • Boikot terhadap barang dari Inggris oleh para importir koloni
  • Merebut kapal EIC yang mengangkut teh, lalu menumpahkan seluruh isinya ke laut; peristiwa di Boston itu terkenal dengan sebutan The Boston Tea Party (pesta teh Boston).

Penolakan koloni itu semakin mengeraskan sikap Raja George III beserta para mentrinya. Pemerintahan Inggris membatasi kegiatan dagang di pelabuhan koloni, mewajibkan warga koloni untuk menanggung anggaran militer, dan secara khusus mengisolasi Massachusets yang menjadi pusat gerakan radikal koloni.

The Continental Congress (kongres)

Sikap keras pemerintahan Inggris tidak menyurutkan perjuangan koloni. Pada bulan Oktober 1774, suatu dewan yang terdiri atas para wakil dari 13 koloni bertemu di Philadelpia. Dewan itu bernama The Continental Congress atau yang lebih terkenal dengan Kongres.
dalam pertemuan itu menghasilkan dua keputusan :
  1. Menghentikan hubungan dagang dengan Inggris, kecuali kalau pemerintah Inggris menghapuskan aturan pajak yang membelenggu koloni.
  2. Menyerukan agar tiap koloni menyiapkan warganya berlatih perang. dalam pertemuan itu, belum muncul tuntutan untuk merdeka.
Dalam suasana bentrokan antar pasukan Inggris dan milisi koloni. Kongres kembali bertemu pada bulan Mei 1775. Tuntutan untuk merdeka mulai muncul dari sejumlah wakil koloni. Sebulan kemudian, kongres mengeluarkan Petisi Olive Branch, yang menyatakan kesetiaan kepada Inggris sekaligus mendesak Raja George III memperhatikan tuntutan koloni.

Tidak dihiraukannya petisi itu oleh Raja Inggris, menyadarkan seluruh anggota Kongres bahwa sudah saatnya koloni memisahkan diri dari Inggris. Sementara itu, untuk menghadapi gempuran pasukan Inggris yang lebih berpengalaman. Kongres menyatukan milisi koloni dalam satu komando yang disebut Continental Army. sebagai panglima tertinggi KOngres menunjuk George Washington.

Share this post

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel